Dialog orang muda Lintas iman peduli lingkungan
Lingkungan tidak berubah hanya karena slogan. Ia berubah ketika kesadaran, kebijakan, dan tindakan berjalan bersama.
Dalam diskusi bersama Direktur BRIM, Babe Lantur (Founder Padepokan Ciliwung Condet), peneliti UI, PJ KI dan Tim Audit Kemenag, ada satu refleksi yang menarik dari Babe Lantur:Mengapa majelis taklim dan pengajian begitu banyak, tetapi sampah di sungai sekitar kita masih berserakan?
Pertanyaan ini mengajak kita bercermin. Nilai yang didengar di ruang pengajian semestinya juga tampak dalam kepedulian terhadap lingkungan, terutama sebagai Ummat islam.
Di sisi lain, pemerintah juga perlu konsisten. Kampanye menjaga kebersihan sungai tentu penting, tetapi harus diiringi dengan perbaikan sistem sanitasi dan pengelolaan limbah. Jangan sampai masyarakat diminta menjaga sungai, sementara saluran pembuangan limbah masih bermuara ke sungai yang sama.
Diskusi ini juga menegaskan bahwa gerakan lingkungan membutuhkan riset. Aspirasi yang didukung data akan lebih kuat dalam mendorong perubahan kebijakan dibanding sekadar opini.
Sudah saatnya gerakan peduli lingkungan bergerak dari seremoni menuju solusi, dari wacana menuju kerja nyata, dan dari kepedulian menjadi budaya.
Karena bumi tidak membutuhkan janji. Bumi membutuhkan keberanian untuk berubah.