Dipublikasikan pada 13 Juni 2026

BRIM Collegium Part 2: Memperdalam Pemahaman tentang Ideologi, Worldview, dan Literasi Islam

Setelah sukses menyelenggarakan pertemuan pertama, Badan Riset dan Intelektual Mahasantri (BRIM) Khatamunnabiyyin kembali menggelar BRIM Collegium Part 2: Islamic Thought & Literacy pada 10 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari diskusi sebelumnya yang berfokus pada pembahasan ideologi, pandangan dunia (worldview), dan urgensi pengetahuan sebagai fondasi utama dalam membangun cara berpikir yang kokoh dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Pada pertemuan kedua ini, peserta diajak untuk menelaah lebih dalam hubungan antara cara pandang seseorang terhadap realitas dengan pola pikir, sikap, dan tindakan yang lahir dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi dimulai dengan mengulas kembali konsep worldview sebagai landasan konseptual yang membentuk cara manusia memahami Tuhan, alam semesta, manusia, serta tujuan hidupnya.

Dalam pemaparan materi dijelaskan bahwa setiap peradaban besar lahir dari sebuah pandangan dunia yang kuat. Pandangan dunia tersebut kemudian melahirkan sistem nilai, budaya, pola kehidupan, serta berbagai bentuk pemikiran yang berkembang di tengah masyarakat. Oleh karena itu, memahami worldview menjadi langkah penting dalam membaca perkembangan zaman dan berbagai ideologi yang memengaruhi kehidupan modern saat ini.

Peserta juga diajak untuk melihat bagaimana Islam menawarkan pandangan dunia yang khas dan komprehensif. Dalam perspektif Islam, ilmu pengetahuan tidak dipisahkan dari nilai-nilai ketuhanan, melainkan menjadi sarana untuk mengenal Allah SWT, memahami tanda-tanda kebesaran-Nya, serta membangun kehidupan yang lebih baik bagi umat manusia. Dengan demikian, aktivitas berpikir, meneliti, membaca, dan menulis tidak hanya memiliki dimensi intelektual, tetapi juga dimensi spiritual.

Diskusi berlangsung secara aktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta. Beragam isu kontemporer turut dibahas, termasuk tantangan yang dihadapi generasi muda Muslim dalam menghadapi derasnya arus informasi, perkembangan teknologi digital, serta berbagai ideologi yang berkembang di ruang publik. Dalam konteks tersebut, kemampuan berpikir kritis dan literasi yang baik dipandang sebagai bekal penting agar seseorang mampu memilah informasi serta membangun pemahaman yang benar terhadap berbagai persoalan.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kesadaran intelektual dalam menghadapi tantangan zaman. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, generasi muda dituntut untuk memiliki landasan berpikir yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai pemikiran yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, pemahaman terhadap ideologi dan worldview menjadi bagian penting dalam membentuk karakter serta arah kehidupan seorang Muslim.

Melalui BRIM Collegium Part 2, peserta diharapkan semakin memahami bahwa ilmu pengetahuan merupakan instrumen penting dalam membangun peradaban. Sebuah masyarakat yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya ilmu akan lebih siap menghadapi perubahan zaman serta mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi umat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BRIM dalam membangun ekosistem intelektual yang sehat di lingkungan Pesantren Khatamunnabiyyin. Dengan menghadirkan ruang dialog, kajian, dan pembelajaran yang berkelanjutan, BRIM berharap dapat menumbuhkan generasi mahasantri yang memiliki kedalaman pemikiran, keluasan wawasan, serta kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Sebagai forum pembelajaran yang terus berkembang, BRIM Collegium akan terus menghadirkan tema-tema strategis yang mendorong penguatan pemikiran Islam, peningkatan kualitas literasi, serta pengembangan wawasan intelektual di kalangan mahasantri.

"Cara pandang menentukan arah berpikir, dan arah berpikir menentukan masa depan peradaban."

BRIM Khatamun Nabiyyin
Dari Pesantren Untuk Peradaban